Marak Kecelakaan, Pembangunan Infrastruktur Harus Diaudit

Marak Kecelakaan, Pembangunan Infrastruktur Harus Diaudit

Menteri Pekerjaan Umun dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono saat meninjau proyek infrastruktur

Jakarta – Pembangunan infrastruktur yang gencar dilakukan oleh pemerintah dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) harus diaudit ulang.

Anggota Komisi V DPR yang membidangi infrastruktur, Rendy Affandi Lamajido mengatakan, akibat maraknya kecelakaan menimbulkan pertanyaan bagi publik atas kualitas pembangunan infrastruktur tersebut.

Atas dasar itu, menurutnya, perlu dilakukan audit ulang terhadap seluruh pembangunan infrastruktur yang dilakukan pemerintah.

“Yang penting bagaimana satu bangunan itu sudah diperhitungkan segala aspek keselamatan. Semua bangunan perlu diobservasi kembali,” kata Rendy, ketika dihubungi wartawan, Jakarta, Kamis (8/2).

Sebelumnya, ia mengatakan bahwa aspek pertanggungjawaban atas pembangunan infrastruktur di Indonesia sangat lemah, bahkan terkesan diabaikan.

Aspek pertanggungjawaban yang dimaksud dari tiga pihak yakni pemerintah dalam hal ini Kementerian PUPR (owner), pengawas dan perencanaan (konsultan) dan pelaksana proyek (kontraktor).

“Mereka bertanggungjawab pada tiga hal utama  dalam membangun infrastruktur yakni harus aman dalam segala hal,” katanya.

Diketahui, sejak 2017 terjadi sejumlah kasus crane jatuh, di antaranya crane rambu VMS di Kilometer 15 Jalan Tol Cikampek; crane proyek LRT Palembang yang menimpa dua rumah warga; crane proyek hotel di Solo, Jawa Tengah, yang juga menimpa rumah warga; serta tiang crane yang menimpa rumah warga di Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Terbaru, proyek jalur dwiganda (double-double track/DDT) Jatinegara dihebohkan melalui insiden jatuhnya crane pengangkut material hingga menewaskan empat pekerja pada Minggu 4 Februari 2018.

Selang sehari, underpass Jalan Perimeter Selatan Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, ambruk karena tak kuasa menahan longsoran yang menutupi hampir seluruh bagian jalan sekira pukul 17.45 WIB. Akibat dari longsoran tersebut, sebuah mobil dengan nomor polisi A 1567 AS tertimpa dan menewaskan satu orang.

TAGS : DPR Pembangunan Infrastruktur Kementerian PUPR

This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/28926/Marak-Kecelakaan-Pembangunan-Infrastruktur-Harus-Diaudit/

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
wpDiscuz